Cari Blog Ini

Januari 25, 2010

sastra dibalik pengabdian

sastra adalah sesuatu yang indah, ia bebas dan siapapun bisa menjamah dengan otaknya melalui karya imajinatifnya yang dicoretkan di atas kertas-kertas keabadian dengan tinta-tinta yang begitu menakjubkan. so, express your self through literacy... (Kang Aso)



Jantuh Cinta

Dag-dig-dug
Detak jantung tak menentu
Melihat matanya yang indah
Bibirnya yang tipis,
Rambutnya yang terurai panjang halus
Bak bidadari yang pernah aku mimpikan;
Ketika malam sabtu
Hingga aku terbangun dari tempat tidurku

Raut wajahnya yang manis
Siapapun akan terpikat olehnya
Senyumannya
selalu menghiasi kecantikannya

Jatuh cinta
Mungkin itu yang sedang aku rasakan…?
Tak karuan,
Yang ada hanya bayangan wajahnya

Jatuh cinta
Apakah aku jatuh cinta…?
Padanya gadis belia teman sekolahku
Aku tidak bisa menjawabnya

Jatuh cinta
Senyum sendiri,
Perasaan bahagia dilanglang buana
Bagaikan berada di angkasa
Bercanda bersama angin hingga lupa waktu

Jatuh cinta
Mungkin ini bagiku yang pertama

Jatuh cinta
Aku jatuh cinta, jatuh cinta, jatuh cinta…

Mks, 11-5-09

Jika…

Jika aku adalah presiden
Aku akan melindungi semua masyarakatku
Dari kemiskinan
Dari kelaparan

Jika aku adalah pilot
Aku akan membawa penumpangku
Ke angkasa
Mengelilingi dunia ini

Jika aku adalah seorang ustadz
Aku akan memberikan orang-orang hina
Pemahaman tentang arti hidup
Tentang arti persaudaraan

Jika aku adalah seorang guru
Aku akan memberikan ilmu yang tak terhingga
Pada murid-muridku

Jika aku adalah paranormal
Aku akan meramalkan tentang
Dunia ini akan damai
Dan kehidupan akan diliputi perdamaian

Tapi sayang…
Aku hanya rakyat biasa
Hanya bisa mengikuti alur hidup dunia ini…
Apa yang mereka katakan atau mereka perbuat
Aku ada diantaranya…

Mks, 11-5-09

Kelap-Kelip

Jantung kota memancar
Mengkilat nan besar
Terbesit seonggok daging
Diantara suara-suara bising

Mereke diam,
Mereka suram,
Bersama waktu dan alam, hingga
Malampun menyambut kelam

Harapan,
Perjuangan, dan
Canda
Larut bersama hari
Bersama pagi,
siang,
Petang,
Lalu kelam oleh malam

Kelap-kelip kota menghiasi hidup
Hidup mereka yang kabur

Masa depan,
Kesuksesan
Seolah menjadi sasaran khayal yang indah

Kelip-kelip kota…
Hanya menjadi saksi bisu
Kehidupan mereka.

Mks, 120409


Dilema cinta

Semenjak kau hadir
Wajahmu gambarkan kebahagiaan
Indahnya pesonamu gambarkan kesetiaanmu…
Andai engkau bisa memilihku
Ku akan sambut ia dengan cinta…

Kucoba pahami dirimu dengan
Keterbatasanmu
Kucoba pagari hatiku dengan
Besi-besi nadiku…
Kelak,
Ku tak bisa lagi melihatmu…

Putus asa, kecewa, depresi
Menyatu dalam otak kananku
Karena engkau tak bisa aku raih
Kedalam alam mimpiku,
Khayalku,
Senandungku…

Enkau begitu jauh sangat jauh
Dari serp[ihan hidupku
Dan ku doakan engkau
Moga bahagia di taman impianmu

Makassar, 7 Oktober 2009

Jeritan Asa

Dihamparan panas ia meradang
Menerpa angin membising jiwa
Tubuhnya lunglai dalam angan
Dia terdiam dalam tangisnya

Gadis kecil ditawanan mentari
Membunyikan lonceng kehidupan
Menyibak tabir dalam sunyi
Apakah dia adalah raja?

Darah dalam nadi mengalir deras
Seakan mencabut kerongkongannya yang kering
Dalam tawa dia bersedih
Apakah alam ini akan bersahabat dengannya?

Bunyi loncengnya mengharap hujan
Hujan permata di tengah panas
Kakinya berdarah mengharap upah
Dalam jeritannya yang lugu

Dialah gadis kecil…
Meradang dalam perih
Mangais rupiah dalam asa…

Tengah laut, 28 Agustus 2009


Aku rindu

Goresan hati menangis pilu
Memandang sebuah asa berdebu
Dibawah kaki langit membiru
Aku terbesit dalam rindu

Wajahku sudah kusam
Masam
Kelam,
Nan suram

Aku rindu ….
Menepis perihku
Menembus dosaku

Aku rindu….
Pada-Nya yang mulia
Pada-Nya buana

Aku rindu….
Ingin kembali padaMu
Dalam relungan sukmaMu

mks, 17 oktober 2009

Kagum…

Semula engkau adalah simbol
Semula engkau adalah gadis

Kini,
Semua berbeda
Lebih dari sebuah simbol, dan
Lebih dari seorang gadis

Bidadari…?? Juga bukan…!!!

Engkau adalah gadis yang menyerupai bidadari,
Dalam senyuman itu
Ada simbolnya
Dalam tatapan itu ada cintamu…
Sungguh suci dan murni

Kehadiranmu merubah segala..
Segala yang kupikirkan,
Yang kujalani,
Yang kuimpikan

Mungkinkah engkau adalah akhir segalanya?

Kekaguman ini tiada terbendung
Datang dari hati,
Dari rasa sayang serta
Dari cahaya matamu yang;
Menggambarkan ketulusan,
Kesucian dan
Kemurnian cinta…

Rasa kagum ini hanya untukmu.

Mks, 7/10/09

Curi pandang


Diam membisu tanpa kata, ia hanya duduk disampingku
Ku coba meliriknya, namun dia hanya tersenyum kecil
Apakah arti senyuman itu?

Sepertinya dia mulai bosan dengan keadaan ini
Ia hanya diam dan terdiam tanpa kata
Seperti apakah dia?

Mungkinkah dia bintang yang ada dihamparan langit sana?
Ataukah dia hanya bulan separuh yang bertengger di atas kepalaku?
Mereka hanya bisa memandangku tanpa harus berkata…

Kucoba melirik kembali parasnya yang lugu, namun senyuman itu tetap ada…
Apakah senyuman itu ada sebuah makna?

Aku mencoba melihat lagi bintang dan bulan
Merekapun hanya bisa menertawakanku…
Akupun jadi terdiam dan menunduk malu

Samudra biru, 28 Agustus 2009

Bangsaku Menangis

Dalam genggaman-Nya
mereka terdiam,
menunduk
dan meneteskan airmata…

tangan mereka terasa hampa
dalam menjejaki sejarah kelam
ketika mengungkit masa suram

dalam pelukannmu mereka berduka
berbelasungkawa atas dirimu yang ditinggal pergi

kini bangsaku menangis,
meratap perih
menceritakan kepiluan
menceritakan keburukan moral
menceritakan tentang mereka yang lupa

bangsaku menangis lebih keras…
membelah bumi,
menghujam angkasa

kini kedamaian itu telah pergi
keadilan itu telah hilang

bangsaku menangis…
bangsaku menangis…
bangsaku menangis…

Asrama Bumi Gora, 030909


Merdeka…

Bangsa kita telah merdeka kawan
Mari kita bersorak
Meneriakan kemerdekaan ini

Merdeka…
Sekali merdeka tetap merdeka
Kita lawan para penjajah
Kita lawan kapitalisme,
Neoliberalisme..

Merdeka…
Bangsa ini bukan untuk dijajah lagi
Saatnya kita bangkit
Kita perkuat barisan
Melawan kolonialisme

Merdeka…
Tetaplah teriakkan kata merdeka
Meski ranjau ada dihadapanmu..
Merdeka….a….

Mks, 050909

Untukmu Aku Hadir

Dalam diamku…
selalu memikirkanmu

dalam sepiku…
selalu merindukanmu

dalam nafasku…
selalu ada namamu

dalam jiwaku…
selalu ada sosokmu

kan abadi,
kan bersemayam,
bersama khayalku,
bersama hatiku,
bersama pikiranku

cinta itu akan abadi
selama….
Aku dan engkau abadi..

Mks, 090909

Cintamu, nafasku

Aku hadir dalam setiap nafasmu…
Aku hidup dalam setiap denyutan nadimu
Aku tumbuh dalam setiap cintamu

Engkau adalah nafas,
Hidup, dan
Cintaku…

Jangan pernah kau berpaling dariku…

Mks, 120909

Inikah kita…??

Hai tuan berkalung surban..

Ijinkanlah hamba bertanya
Seperti apakah kita ini..??

Apakah mereka yang duduk di kursi empuk
Itu adalah kita?
Apakah mereka yang mengadahkan tangan di pinggiran jalan
Itukah kita?

Hai tuan berkalung surban…

Berikanlah hamba jawabannya…

Tuan,
Setiap kali hamba melihat mereka
Begitu rapi,
Berdasi..
Tapi berjiwa komunis..

Tak anyal juga…
Hamba melihat mereka
Bertelanjang kaki,
Hidup ditempat kumuh
Tapi berjiwa malaikat..

Inikah kita tuan?

Kalaupun ya.. jawabannya…!!

Kenapa kita harus seperti itu?
Kenapa kita tidak bisa hidup bersama?
Kenapa harus ada perbedaan?
Kenapa ada yang menindas, dan
Kenapa ada yang tertindas?

Tuan berkalung surban…
Kenapa kita seperti ini…??

Mks, 071009

Untuk Kaum Hawa

Hai kaum hawa…
Engkau adalah bunga
Begitu indah
Kau mekar di tengah usiamu
Menyebarkan wangi pada satiap kumbang

Kaum hawa…
Kau begitu indah untuk dihayati
Engkau begitu lemah
Jagalah dirimu
Dari kumbang jalang
Meskipun engkau tercipta untuk mereka

Mks, 8/11/09

Doa untuk sang ibu

Terdengar darah mengalir dinadiku
Meredam waktu yang lama terpisah
Bersama sang ibuku
Yang telah menungguku di sudut desaku

Hilir mudik penumpang kapal kesan-kemari
Menunggu kerabat yang hendak mengantarnya
Disini aku termenung
Memikirkan seorang ibu nan jauh disana

Dalam batin, jiwa dan ragaku
Hendak berkata bagaimana dengannya?

Sembilan tahun lamanya di negeri seberang
Mencari uang, mudah datang mudah pergi

Bertahun-tahun lamanya aku disini
Puluhan kapal telah aku lewati
Tapi waktu tiada mengijinkan aku untuk pergi

Hanyalah aku tengadahkan tangan untuknya
Seraya memohon ampun dan
Minta pada-nya selamtkanlah ibuku dari kehidupannya

“ya Allah berikanlah kekuatan pada ibuku
Kelak ia kan bertemu denganku
Hingga aku bisa membahagiakannya.

Mks, 8/11/09

Bimbang

Dalam relungan sukma-Mu ku bersujud
Memohon ampunan-Mu
Mengharap Keharibaan-Mu
Menjamah relung-relung sukmaku
yang sudah lama terkubur dalam keterpurukan

Aku terdiam di atas batu nisan
Menjejaki kisah hidupku
yang terkubur dalam nista

Ruang rindu menghimpit jiwaku
yang terserak dalam keangkuhanku

Ku terperangkap dalam gejolak sukma
Menghiasi langkah-langkah duniaku

Di alam mana ku akan berpijak
Menapaki setiap keringat nista
yang berpangku di atas lamunan dosaku

Kemana hendak langkah ini akan menuju
Meniti titah Illahi
Menghadap keharibaan-Nya
Memuja Asma-Nya
Berharap ampunan-Nya

Makassar, 310110


Penantian

fajar menyingsing menunggu petang
ombak berkejaran diiringan mentari
kucoba menyapa malam, girang..
bersama rindu yang ku nanti

kini...
mentari mengusikku dengan cahayanya
ku hanya tetap terjaga dari lamunanku...
membelit rindu dan asa yang lama tersimpan

makassar, 100210

Negeri Damai

Hening jiwaku mencari jawaban
Tentang ceritanya yang sakit..

Bangsaku sedang menangis
Ibu pertiwi ini sedang berduka..

Jangan kau kotori negeri ini,
dengan nyanyian sombongmu
jangan kau ucapkan sesuatu untuk negeri ini,
kalaulah hanya kebohongan

Negeri ini bukan negeri dongeng...

Orang-orang dengan mudah mengumbar dosa-dosa barunya
Hanya untuk kepentingannya

Mereka tidak pernah merasa akan mengusik kehidupan orang lain,
bahkan...
tidak akan pernah merasa diusik

Negeri ini...
Sudah bosan dengan celoteh kalian

Negeri ini...
butuh ketentraman dan perdamaian

Negeri ini...
negeri rakyat

Makassar, 100210


Budayaku

Budayaku gersang...
Mendayu hidup yang tak bermakna lagi

Anak bangsa di tepi-tepi kota
Melempar tanya tentangnya..
Dimana kembang yang dulu pernah subur?
mungkinkah layu,
dikarenakan kumbang yang tak bertanggungjawab?

Budayaku...,
kini makin gersang...

Arus mesin-mesin modernitas,
telah mnguburnya

Anak-anak di penggir desa
tiada lagi mendapat cerita tentangnya...
tentangnya yang unik dan universal

Budayaku gersang...
Hingga aku dan mereka,
tiada lagi mengenalnya..

Makassar, 100210

A hope

You are the apple of my eyes
Without you I can’t life
Only you whom I hope
To motivate my days

I know the sun couldn’t hold the moon, and
I know the earth so far from the sky
But, why we are like them…?, and
Why we didn’t close each other…?

Maybe god
Didn’t let me to take the moon
To light my world that in the darkness

Couldn’t I took the moon, could it..?, and
Put it in my world
To light my days that is the darkness?

May be god didn’t let me…

Mks, 101009


Struggle in Life

In his young
He responsible to life
It’s early days yet
To start all up

In his life
There is an idea
And now, all deleted be

But,
In his wildest dreams
He must struggle all
Even in trouble

In the young
He responsible to life
Pass his idea
Faced it’s a matter of life and death.

Mks, 101009

Let Me Go With You

When this eyes to be blind
When this ears to be deaf
Please forgive me
For something and anything bad

I can not thinking you
Without you inside of me

In my heart you were the only
Don not goes far away
And stay with me in a moment

You are my inspirations
You are my heaven

Bring me to fly with you
To find out peaceful place

I’m falling in love with you
Let me go with you
Let me go with you…

Arokke, 25/04/09


Ketika Kau Adalah Bungaku

Kuterbaring dalam ubun-ubun asmaramu
Menerawang kisah-kisah yang tak terlupakan
Kutergejolak dalam aroma nafasmu
Ketika kau adalah bungaku…

Dari itu,
dibalik salju ku berdiskusi
Bersama bisikkan hatimu, lembut…
Menyapa,
membelai setiap denyutan nadiku
Ketika kau adalah bungaku…

Makassar, 170210


Cinta Bukan Untukku

Diantara tatapan matamu, ayu…
Memberikan sebuah harapan
Cinta yang lama kun anti
Akankah kutemukan pada dirimua?

Memang…
Awalnya ku selalu mengagumimu

Senyuman manis senantiasa menghiasi bibir tipismu
Akupun terkagum-kagum..

Tapi,
Setelah ku tau, ternyata dirimu adalah hampa

Hilang…
Hilanglah semua harapan

Sebab dirimu bukanlah untukku…

Makassar, 170210

Takdir

Dalam sekat-sekat ruangan, bisu…
Mereka terbaring sembari menunggu nasib
Peti-peti kematian menanti
Dari takdir tuhan yang harus dinanti

Ku harus bagaimana…? Berkata pak tua
Sembari menepih...

Dan,
Seorang anak muda berteriak
Menjerit kesakitan..

Ruangan itu, seperti rumah tua yang tak berpenghuni

Dalam sekat-sekat ruangan, bisu
Mereka tetap terbaring…
Menunggu takdir antara hidup dan mati

Makassar, 170210